BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Tahukah kamu bahwa manusia menjalani beberapa proses
perjalanan kehidupan. Perjalanan pertamanya adalah kelahiran, kedua adalah
kematian, berikutnya dibangkitkan untuk hidup kembali, dan kemudian sesudahnya
adalah perhitungan amal (hisab). Kelak ada manusia yang beruntung dan tempat
kembalinya adalah syurga, tetapi ada pula manusai yang merugi sehingga
tempatnya adalah neraka. Mereka yang beriman dan beramal shalehlah yang
mendapatkan jaminan kebahagiaan kehidupan diakhirat kelak.
Dalam menjalani kehidupan, seseorang tentu harus
mempersiapkanbekal untuk hari kemudian. Bekalnya adalah iman, ilmu dan amal
shaleh. Keimanan yang disertai amal shaleh akan membawa keselamatan dan
kesejahteraan, baik di dunia maupun diakhirat. Apalagi jika ditambah dengan
perilaku terpuji seperti berotbat, raja’ (menunjukkan sikap menghara
keridhaan Allah), optimis, dinamis, mampu berfikir kritis, dan mampu
mengendalikan diri. Bab ini secara khusus akan membahas sifat-sifat terpuji
tersebut.
Menurut
bahasa, arti taubat adalah kembali. Maksudnya, kembali dari segala yang tercela
menurut agama Islam , menuju semua hal yang terpuji. Taubat apabila dibahasakan
secara ringkas adalah meninggalkan atau menyesali dosa dan berjanji tidak
mengulanginya lagi. (penyesalan atas semua perbuatan tercela yang pernah
dilakukan).
Untuk
membersihkan hati dari dosa yang pernah dilakukannya, manusia diperintahkan
untuk bertaubat. Tobat merupakan media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Allah SWT memerintahkan dalam hal taubat ini berupa taubat yang
semurni-murninya sebagaimana firman-Nya dalam suart At Tahrim (66) ayat 8 yang
artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan
taubat yang semurni-murninya.” (Q.S. At Tahrim (66) : 8).
Nabi
Muhammad SAW, meskipun telah dijamin atau terpelihara dari segala dosa
(maksum), tetap bertaubat dan mohon ampun kepada Allah SWT. Berbicara masalah
taubat, ternyata berkaitan erat dengan istighfar yaitu memohon ampun dari semua
dosa kepada Allah SWT dengan menundukkan hati, jiwa dan pikiran. Istighfar
tidak hanya melisankan dengan “astghfirullahal “adzim”, tetapi harus disertai
dengan keseriusan dan harapan untuk memperoleh ampunan Allah SWT. (pelajari
Qur’an surat Al Baqarah (2) ayat 286 dan Surat At Tahrim (66) ayat 8).
Raja’
berarti harapan. Maksudnya adalah mengharap ridha Allah SWT. Raja’ termasuk
akhlak yang terpuji yaitu suatu akhlak yang dapat berguna untuk mempertebal
iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Sebagai
muslim dan muslimah tentunya mengharapkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Supaya
harapan tersebut dapat tercapai maka harus menjalankan perintah Allah SWT dan
menjauhi segala larangan-larangan-Nya.dan tidak lupa untuk berdo’a. Dalam surat
Al Mukmin (40) ayat 60 dikatakan: Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah
kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (Q.S. Al Mukmin (40) : 60).
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa
pengertian Perilaku Terpuji?
2. Apa
pengertian Taubat ?
C.
TUJUAN
1.
Mengetahui pengertian perilaku Terpuji.
2.
Mengetahui pengertian perilku Terpuji’
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Perilaku
Terpuji
Perilaku terpuji adalah segala sikap, ucapan dan perbuatan
yang baik sesuai ajaran Islam. Kendatipun manusia menilai baik, namun apabila
tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka hal itu tetap tidak baik. Sebailiknya,
walaupun manusia menilai kurang baik, apabila Islammeyatakan baik, maka hal itu
tetap baik.
Kita sebagai umatnya tentunya ingin dapat mengikuti apa yang
terjadi tuntutan rasulullah dalam kehidupan sehari-hari sebagai suritauladan
manusia.
Orang
yang baik akhlaknya tentunya didalam pergaulan sehari-hari akan senantiasa
dicintai oleh sesama, dan tentunya mereka kelak dihari kiamat akan masuk surga
bersama dengan nabi saw. Sebagaimana beliau bersabda dalam hadisnya yang
artinya sebagai berikut:
“Sesungguhnya
(orang) yang paling aku cintai diantara kalian dan orang yang paling dekat
tempatnya dariku pada hari kiamat adalah oarang yang paling baik budi
pekertinya diantara kalian”.
Harta yang banyak, pangkat yang tinggi atau dimilikinya
beberapa gelar kesarjanaan tak mampu mengangkat derajat manusia tanpa
dimilikinya akhlak terpuji. Islam hadir dimuka bumi sebenarnya sangat
mengedepankan akhlak terpuji, karena Rasulullah saw. sendiri diutus untuk
menyempurnakan akhlak sebagaimana sabdanya sebagai berikut:
B.
ِنَّماَ
بُعِثْتُ لِؤُتَمِّمَ مَكَأرِمَ اْلأَخْلاَقْ
Artinya:
“Sesungguhnya
aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak”.
Alangkah indahnya ajaran Islam yang memerintahkan untuk
berakhlakul karimah. Jika hidup kita dihiasi dengan ahklak terpuji tentunya
akan dicintai oleh Allah awt dan masyarakatnya akan menjadi baik, temteram dan
damai. Sebagian manusia, berbicara tentang akhlak terpuji dalam era
globalisassi seperti ini dinilai kuno dan kurang maju. Anggapan ini muncul
karena sedah terpengaruh budaya barat yang dinilai maju dan modern. Akhlak
terpuji amat penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam pergaulan remaja.
Akhmad Syauki Bey (seorang penyair) mangatakan sebagai berikut: “Sesungguhnya
suatu umat akan tetap memiliki nama harum selama uamat tersebut memiliki akhlak
yang terpuji. Manakala akhlak terpuji telah lenyap, lenyap pulalah nama harum
umat tersebut.
1.
Pengertian Taubat.
Taubat berasal dari kata “taba” yang berarti kembali,
sedangkan menurut istilah taubat artinya kembali mendekatkan diri kepada
allah setelah menjauh darinya. Adalah sebuah keinginan, kegandrungan,
kebutuhan akan Allah SWT. Maupun segala yang dapat membuat kita lebih
mengenalnya Oleh karena itu, landasan bertaubat adalah mencari Allah Singkatnya
bahwa bertaubat adalah kembalinya seorang hambaa dari kemaksiatan menuju
ketaatan kepada Allah SWT., dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan
menjauhi apa yang dibenci-Nya.
Dalam
kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata bertaubat dan beristigfar.
Untuk mengetahui pengertian bertaubat, maka perhatikan firman Allah SWT
Yang
Artinya : “karena itu mohonlah ampun kepada-Nya, kemudian bertaubatlah,
sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa
Hamba-Nya).”( QS.Hud/11 : 2)
Bertaubat
sesungguhnya merupakan panggilan Allah SWT. Allah yang menumbuhkan keinginan
bertaubat didalam hati manusia. Allah memerintahkan manusia untuk bertaubat
didalam al-qur’an sebanyak 87 kali. Allah juga memerintahkan nabi
Muhammad SAW. Untuk bertaubat.
Bertaubat
sangat penting bagi manusia karena kalau tidak bertaubat berarti mereka sudah
menzalimi dirinya sendiri. Selain itu bertaubat juga merupakan ibadah yang
utama dan yang disukai Allah SWT. Perhatikan firman Allah berikut ini :
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ
التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya
: “sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai
orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.Al-baqarah/2:222).
2.
Syarat-syarat Taubat
Banyak manusia yang tidak tahu akan hakikat taubat, syarat,
dan adab-adabnya. Oleh karena itu,banyak yang bertaubat hanya dengan lisan
saja, sedangkan hati mereka kosong, sehingga mereka tidak berhenti melakukan
maksiat. Artinya bahwa tidak semua taubat dapat diterima, tentu terdapat
beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar taubat diterima oleh Allah.
Supaya
taubat kita diterima oleh Allah SWT., maka ada beberapa hal yang harus
dilakukan, diantaranya adalah :
a.
Meninggalkan dosa tersebut.
Ibnu
Qayyim berkata: “Tobat mustahil terjadi, sementara dosa tetap dilakukan.”
b.
Menyesali perbuatan tersebut.
Rasulullah SAW. Bersabda : “menyesal adalah taubat.”
c.
Berjanji.
(berazzam)
untuk tidak mengulangi lagi. Ibnu mas’ud berkata bahwa taubat yang benar adalah
taubat dari kesalahan yang tidak akan diulangi kembali, bagaikan air susu yang
tidak mungkin kembali kekantong susunya lagi.
d. Mengembalikan kezaliman kepada
pemiliknya, atau meminta untuk dihalalkan.Imam Nawawi berkata bahwa diantara
syarat taubat adalah mengembalikan kedzaliman atau meminta untuk dihalalkan
e. Ikhlas.
Ibnu hajar berkata, “Tobat tidak akan sah kecuali dengan
ikhlas
f. Tobat
dilaksanakan pada waktu masih hidup ( sebelum sakaraul maut )
Hal ini disandarkan pada firman Allah SWT., yang artinya : ”Dan
tobat itu tidaklah diterima Allah dari merekayang melakukan kejahatan hingga
ajal kepada seorang diantara mereka, barulah dia mengataka, “saya benar-benar
bertaubat sekarang.”
3. Faidah
Bertaubat
Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang ditemukan bahwa
untukmelakukan tobat agak sulit. Oleh karena itu, untuk menggerakkan hati kita
agar setiap saat bergerak untuk bertaubat, ada beberapa hal yang dapat
dilakukan, diantaranya adalah :
a. Mengetahui hakikat taubat
b. Merasakan akibat dosa yang
dilakukan
c. Menghindar dari lingkungan yang
kurang baik
d. Membaca dan mengkaji al-qur’an dan
hadits, terutama yang berkaitan dengan dosa.
e. Berdoa
f. Mengetahui keagungan Allah
yang maha pencipta
g. Mengingat kematian yang tidak diketahui
kapan, dimana, dan datangnya tiba-tiba
h. Membaca sejarah atau kisah-kisah
orang yang bertaubat.
Setelah kita mengetahui syarat dan hal-hal yang dapat
menggerakkan hati untuk bertaubat, maka kita dapat mengetahui manfaat taubat
diantarnya adalah :
Ø Tobat itu
jalan menuju keberuntungan
Ø Malaikat
mendoakan orang-orang yang bertaubat
Ø Mendapat
kemudahan hidup daan rezeki yang luas
Ø Menghapus
kesalahan dan pengampunan dosa
Ø Hati
menjadi bersih dan bersinar
Ø Dicintai
Allah SWT.
4. Ada
beberapa kriteria orang yang bertaubat.
- Orang yang bertaubat sesudah melakukan kesalahan. Orang
ini diampuni dosanya.
Artinya :“Selain orang-orang yang tobat sesudah berbuat
kesalahan dan mengadakan perbaikan, sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha
penyayang.” (QS Ali Imran : 89)
- Tobat seseorang ketika hampir mati atau sekarat. Tobat
semacam ini sudah tidak dapat diterima lihat Al-qur,an on line
di gogle
Artinya : “Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari
orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal dan
setelah kepada seorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan : Sesungguhnya
saya bertobat sekarang. Dan tidak pula (diterima tobat) orang-orang yang mati
sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan siksaan
yang pedih.” (QS An Nisa : 18
- Tobat nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya. Tobat
nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau
semurni-murninya. Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi (lihat
Al Qur’an aurah At Tahrim :
Tobat nasuha
dapat dilakukan degan prose sebagai berikut.
1) Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya
kepada Allah (QS An Nahl : 53)
2) Meminta perlindungan dari perbuatan setan
atau iblisdan ari kejahatan makhluk lainnya. (QS An Nas : 1-6, Al Falaq : 1-5,
dan An Nahl : 98)
3) Bersegera berbuat baik atau mengadakan
perbaikan, dengan sungguh-sungguh, sesuai keadaan, tidak melampaui batas, dan
hasilnya tidak boleh diminta segera (QS Al A’raf : 35, Hud : 112, Al Isra’ :
17-19, Al Anbiya : 90&37, Az Zumar : 39) serta sadar karena tidak semua
keinginan dapat dicapai. (QS An Najm : 24-25)
4) Menggunakan akal dengan sebaik-baiknya agar
tak dimurkai Allah (QS Yunus : 100) dan menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti
nafsu yang buruk (QS Hud : 46 dan Ar Rum : 29) serta selalu membaca ayat-ayat
alam semesta Al Qur’an (QS Ali Imran : 190-191), mendengarkan perkataan lalu
memilih yang terbaik (QS Az Zumar : 18), dan bertanya kepada yang
berpengetahuan jika tidak tahu (QS An Nahl : 43)
5) Bersabar (QS Al Baqarah :155-157) karena
kalau tidak sabar orang beriman dan bertakwa tidak akan mendapat pahala (QS Al
Qasas : 30)
6) Melakukan salat untuk
mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al Ankabut : 45) dan bertebaran di muka
bumi setelah selesai salat untuk mencari karunia Allah dengan selalu
mengingatnya agar beruntung (QS Al Jumuah : 9-10)
B.
Raja
1. Pengertian
Kata raja’ berasal dari bahasa Arab yang artinya harapan.
Maksud raja’ pada pembahasan ini adalah mengharapkan keridhaan Allah SWT dan
rahmat-Nya. Rahmat adalah segala karunia dari Allah SWT yang mendatangkan
manfaat dan nikmat
Raja’ termasuk akhlakul karomah terhadap allah SWT yang
manfaatnya dapat mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Seorang muslim/muslimah yang mengharapkan ampunan Allah berarti ia mengakui bahwa
Allah itu maha pengampun. Kebalikan dari sifat raja’ adalah berputus harapan
terhadap ridha dan rahmat Allah SWT. Orang yang berputus harapan terhadap
Allah, berarti ia berprasangka buruk kepada Allah SWT, yang hukumnya haram dan
merupakan ciri dari orang kafir
Muslim/muslimat yang bersifat raja’ tentu dalam hidupnya
akan bersikap optimis, dinamis, berfikir kritis dan mengenal diri dalam
mengharapkan keridhaan Allah SWT. Berikut adalah penjelasan ringkasan
tentang hal tersebut
Ø
seorang siswa/siswi yang mengikuti
seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) dia berharap akan lulus dan diterima
di perguruan tinggi yang ia pilih.
Ø
Seseorang ingin bekerja di sebuah perusahaan swasta, kalau ia berfikir
optimis, tentu dia akan berusaha mengajukan lamaran dan berharap agar lamaran
diterima serta dapat bekerja di perusahaan tersebut
Kebalikan dari sikap optimis adalah sifat pesimis. Sifat
pesimis dapat diartikan berprasangka buruk terhadap Allah SWT. Seseorang yang
pesimis biasanya selalu khawatir akan memperoleh kegagalan, kekalahan, kerugian
atau bencana, sehingga ia tidak mau berusaha untuk mencoba.
Ø
Seorang petani akan berusaha agar hasil pertaniannya meningkat
Ø
Seorang pedagang akan terus berusaha agar usaha dagangnya berkembang
Kebalikan dari sifat dinamis ialah statis. Sifat statis
harus dijauhi oleh setiap muslim/muslimat karena termasuk akhlak tercela yang
dapat menghambat kemajuan dan mendatangkan kerugian
Berfikir kritis Dalam kamus bahasa Indonesia dijelaskan
bahwa berfikir kritis artinya tajam dalam menganalisa, bersifat tidak lekas
cepat percaya, dan sikap selalu berusaha menemukan kesalahan, kekeliruan, atau
kekurangan. Orang yang ahli mmeberi kritik atau memberi pertimbangan apakah
sesuatu itu benar atau salah, tepat atau keliru, sudah lengkap atau belum
disebut kritikus.
Kritik ada dua macam yaitu yang termasuk akhlak terpuji dan yang tercela.
Pertama , kritik yang termasuk akhlak terpuji yaitu kritik yang sehat, yang
didasari dengan niat ikhlas karena Allah SWT, tidak menggunakan kata-kata pedas
yang menyakitkan hati, dan dengan maksud untuk mmeberikan pertolongan kepada
orang yang dikritik agar menyadari kesalahan, kekeliruan dan kekurangannya,
disertai dengan memberikan petunjuk tentang jalan keluar dari kesalahan,
kekeliruan dan kekurangannya tersebut
2. Peranan
raja'
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:
"Ketahuilah sesungguhnya penggerak hati menuju Allah 'azza wa,jalla ada
tiga: Al-Mahabbah (cinta), Al-Khauf (takut) dan Ar-Rajaa' (harap). Yang terkuat
di antara ketiganya adalah mahabbah. Sebab rasa cinta itulah yang menjadi
tujuan sebenarnya. Hal itu dikarenakan kecintaan adalah sesuatu yang diharapkan
terus ada ketika di dunia maupun di akhirat. Berbeda dengan takut. Rasa takut
itu nanti akan lenyap di akhirat (bagi orang yang masuk surga, pent). Allah
ta'ala berfirman (yang artinya), "Ketahuilah, sesungguhnya para wali Allah
itu tidak ada rasa takut dan sedih yang akan menyertai mereka (QS. Yunus: 62)
Sedangkan rasa takut yang diharapkan adalah yang bisa menahan dan mencegah
supaya (hamba) tidak melenceng dari jalan kebenaran. Adapun rasa cinta, maka
itulah faktor yang akan menjaga diri seorang hamba untuk tetap berjalan menuju
sosok yang dicintai-Nya. Langkahnya untuk terus maju meniti jalan itu
tergantung pada kuat-lemahnya rasa cinta
3. Raja'
yang terpuji
Syaikh Al 'Utsaimin berkata: "Ketahuilah, roja' yang
terpuji hanya ada pada diri orang yang beramal taat kepada Allah dan berharap
pahala-Nya atau bertaubat dari kemaksiatannya dan berharap taubatnya diterima,
adapun roja' tanpa disertai amalan adalah roja' yang palsu, angan-angan belaka dan
tercela." (Syarh Tsalatsatu Ushul, hal. 58)
4. Roja'
adalah ibadah
Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Orang-orang yang
diseru oleh mereka itu justru mencari jalan perantara menuju Rabb mereka
siapakah di antara mereka yang bisa menjadi orang paling dekat kepada-Nya,
mereka mengharapkan rahmat-Nya dan merasa takut dari siksa-Nya (QS. al-Israa':
57) Allah menceritakan kepada kita melalui ayat yang mulia ini bahwa sesembahan
yang dipuja selain Allah oleh kaum musyrikin yaitu para malaikat dan orang-orang
shalih mereka sendiri mencari kedekatan diri kepada Allah dengan melakukan
ketaatan dan ibadah, mereka melaksanakan perintah-perintah-Nya dengan diiringi
harapan terhadap rahmat-Nya dan mereka menjauhi larangan-larangan-Nya dengan
diiringi rasa takut tertimpa azab-Nya karena setiap orang yang beriman tentu
akan merasa khawatir dan takut tertimpa hukuman-Nya
5. Roja'
yang disertai dengan ketundukan dan perendahan diri
Syaikh Al 'Utsaimin rahimahullah berkata: "Roja' yang
disertai dengan perendahan diri dan ketundukan tidak boleh ditujukan kecuali
kepada Allah 'azza wa jalla. Memalingkan roja' semacam ini kepada selain Allah
adalah kesyirikan, bisa jadi syirik ashghar dan bisa jadi syirik akbar
tergantung pada isi hati orang yang berharap itu..." (Syarh Tsalatsatu
Ushul, hal. 58)
6. Mengendalikan
roja'
Sebagian ulama berpendapat: "Seyogyanya harapan lebih
didominasikan tatkala berbuat ketaatan dan didominasikan takut ketika muncul
keinginan berbuat maksiat." Karena apabila dia berbuat taat maka itu berarti
dia telah melakukan penyebab tumbuhnya prasangka baik (kepada Allah) maka
hendaknya dia mendominasikan harap yaitu agar amalnya diterima. Dan apabila dia
bertekad untuk bermaksiat maka hendaknya ia mendominasikan rasa takut agar
tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat
satu
ini bagaimanapun cara yang ditempuh tetap tidak akan sembuh." (Fatawa
Arkanil Islam, hal. 58-59)
C.
Amal Saleh
1. Pengertian
Amal shaleh maksudnya adalah berusaha melakukan perbuatan
baik, berupaya membantu saudanya yang ditimpa musibah dan meringankan persoalan
yang terjadi. Amal shaleh adalah melakukan pekerjaan baik yang bermanfaat bagi
diri sendiri dan bagi orang lain berdasarkan ikhlas karena Allah semata. Sebagaimana frman Allah yang artinya : “dan
orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka
kekal di dalamnya”. (QS AL-Baqarah : 82)
2.
Yang termasuk perbuatan amal saleh diantaranya
:
1). Amal Jariyah : pekerjaan
yang mendatangkan pahala karena memberikan manfaat kepada orang lain, seperti
membangun tempat ibadah.
2).Amar Ma’ruf : menyeru atau
mengajak orang untuk berbuat kebaikan, baik secara lisan maupun dengan
memberikan contoh tauladan dalam bentuk perbuatan langsung. Perhatikan Firman
Allah yang artinya : “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang
munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS Ali-Imran ; 104).
3).
Berbakti kepada orang tua
Keharusan
berbakti kepada orng tua yang diajarkan dalam Islam sangatlah rasional,
mengingat sedemikian besar jasa ibu dan bapak dalam merawt dan menjaga
anak-anak sejak dari kandungan hingga dewasa. Sesuai dengan firman Allah :
Artinya : “Dan Tuhanmu telah
memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu
berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di
antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah"
dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang
mulia” (QS. Al-Israa 23 )
3. Amal
saleh kepada Allah seperti:
1). Memulai sesuatau perbuatan baik dengan Basmalah dan
mengahirinya dnegan Hamdalah
2). Brniatlah dengan ikhlas karena Allah setiap perbuatan
baik yang hendak kita lakukan dan jangan lupa berfikir dengan matang dan benar
3). Disiplindalam bribadah dan beramal shaleh serta
berdasarkan ilmu
4). Selalu berzdikir dan berdoa kepada Allah setelah
berusaha dan berikhtiar
5). brtawakal dan bersabar serta bersyukur kepada Allah
4. Amal
shaleh terhadap diri sendiri misalnya :
- Beribadah dan beramal shaleh kepada Allah
- Tidak membiarkan diri jatuh kedalam dosa, kebinasaan,
kehancuran seperti judi, zina, mencuri, narkoba, merokok, merampok
dan lain-lain
- Saling membantu dan mengurangi penderitaan orang lain
karena Allah
- Menjauhkan sikap tercela seperti : buruk sangka, iri,
dengki, kikir, boros, adu domba dalam bergaul sesama manusia.
- Menjauhkan sikap malas belajar, malas bekerja, pesimis,
penakut, tergesa-gesa dan sikap atau sifat yang jelek lainnya.
D.
Solidaritas,
Tasamuh, Ta'awun, Dan Zuhud
Solidaritas artinya perasaan yang
terwujud dalam perasaan senasib, sepenanggungan, setiakawan, sikap peduli
terhadap orang lain atau saling memberi jaminan yang dimiliki manusia. Secara istilah sikap perduli terhadap suatu penderitaan yang dialami oleh
orang lain, seolah-olah merasa pahitnya penderitaan yang dialami tersebut,
sehingga terpangil hatinya untuk segera membantu meringankan beban yang
dialami.
Allah berfirman dalam Q.S Ali Imran 103 .
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ
اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ
كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ
إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا
كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Artinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat
Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang
yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Hikmah perilaku solidaritas
1. Mendapat banyak teman
2. Dapat membantu meringankan beban orang
lain
3. Terhindar dari ancaman dan permusuhan
Tasamuh secara bahasa artinya toleransi, tenggang rasa,
saling menghargai, secara istilah artinya suatu sikap yang senantiasa saling
menghargai antar sesama manusia.
قُلْ يَا أَيُّهَا
الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ
مَا أَعْبُدُ (3)
Artinya : 1. Katakanlah:
"Hai orang-orang kafir, 2. Aku tidak akan menyembah apa yang
kamu sembah. 3. Dan
kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Orang yang memiliki sikap tasamuh atau toleran, adalah
orang yang memiliki sikap terpuji. Selain itu,akan mendapatkan hikmah dari
perilakunya tersebut, hikmah nya antara lain
1. Dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan
dalam bergaul
2. Dapat memperluas pergaulan
3. Dapat menunjukan sikap jiwa besar
Ta’awun artinya tolong menolong / saling membantu
Secara istilah sikap ta’awun artinya sikap kebersamaan
dan rasa saling memiliki dan saling membutuhkan antara satu sama lain, sehingga
dapat mewujudkan suatu pergaulan yang harmonis dan rukun.
Allah berfirman dalam Qur’an Surat Al-Maidah ayat 2.
وَتَعَاوَنُوا عَلَى
الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (2)
Artinya : Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada
Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
Dari ayat di atas, menegaskan bahwa sikap tolong menolong
harus di tanamkan dalam setiap sanubari muslim agar “Dalam hidup terjadi
kerukunan dan kedamaian “.
Hikmah bersikap ta’awun
1. Dapat menciptakan banyak teman dan saudara
2. Dapat menjalin kebersamaan dan
kekeluargaan
3. Mendapat pahala dari allah SWT.
Zuhud artinya menjauhi kemewahan dunia atau
gemerlap kehidupan dunia yang bersifat materi
Orang yang memiliki sifat zuhud disebut zahid artinya
selalu berupaya menjaga diri agar tidak terkena tipu daya kemewahan dunia.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-An’am : 32
وَمَا الْحَيَاةُ
الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ
يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Artinya: Dan tiadalah
kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468].
Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka
tidakkah kamu memahaminya ?
Maksudnya:
kesenangan-kesenangan duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal. Janganlah
orang terperdaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dari
memperhatikan urusan akhirat.
Hikmah sifat zuhud antara lain
1. Terhindar dari tipu muslihat kemewahan
dunia
2. Dapat trehindar dari perbuatan setan yang
terkutuk
3. Dapat mengunakan harta sesuai dengan
petunjuk agama.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Yang dimaksud dengan taubat masa sekarang: meninggalkan
secara langsung dosa yang sedang dilakukan. Adapun taubat masa yang akan
datang: bertekad untuk tidak melakukan kembali .
Taubat ada tiga macam:
Taubat
umum ('Am), taubat khusus Khâsh, dan taubat paling khusus (khawwâshul khawwâsh)
sedangkan Roja' berarti mengharapkan sesuatu dari Allah swt.
Ketika berdo’a maka kita harus penuh harap bahwa do’a kita akan dikabul oleh
Allah Swt.
B. SARAN
Dalam menghadapi hidup hendaknya setiap orang memiliki
perilaku-perilaku terpuji salah satunya yaitu perilaku tobat dan raja’, karna
bertobat merupakan suatu tindakan yang meninggalkan secara langsung dosa yang
sedang dilakukan.dan raja’ merupakan perilaku berarti mengharapkan sesuatu dari
Allah swt. Sesungguhnya Allah memerintahkan manusia untuk bertaubat didalam
al-qur’an sebanyak 87 kali. Sedangkan roja' yang terpuji hanya ada pada
diri orang yang beramal taat kepada Allah dan berharap pahala-Nya atau
bertaubat dari kemaksiatannya dan berharap taubatnya diterima, adapun roja'
tanpa disertai amalan adalah roja' yang palsu, angan-angan belaka dan tercela.
DAFTAR
PUSTAKA
Drs.
H. Thoyyib Sah Saputra, M.Pd, Drs. H. Wahyudin, M.Pd, 2009, aqidah akhlaq
PT.Toha Putra, Semarang.
: www.harunyahya.com
Halim Abdul Nipan m 2000, menghias diri dari akhlak terpuji,
mitra pustaka, Yogyakarta.
Ibrhim Mahyudin , 2000, 180 sifat tercela dan terpuji,
Restu Agung, Jakarta
Daud Ma’mur , 1938, terjemahan hadis shahih muslim , jilid
I-IV, Widjaya, Jakarta.
