Pelaksanaan
Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi
di Kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya
A.
Latar
Belakang
Pada tahun pelajaran
2013/2014, pemerintah sudah menerapkan kurikulum yang dikembangkan dari
kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2013. Pengembangan kurikulum 2013
merupakan langkah lanjutan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Implementasi kurikulum dilengkapi
dengan buku siswa dan pedoman guru yang disediakan oleh pemerintah. Strategi
ini memberikan jaminan terhadap kualitas isi atau bahan ajar dan penyajian buku
serta bahan bagi pelatihan guru dalam keterampilan melakukan pembelajaran dan
penilaian pada proses serta hasil belajar peserta didik Mahsun (2013). Tujuan
dalam pembelajaran kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan insan Indonesia
untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang produktif,
kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia.
Pada pembelajaran
Bahasa Indonesia di SMA menekankan pada pembelajaran berbasis teks. Teks
dimaknai sebagai satuan bahasa yang mengungkapkan makna secara kontekstual.
Dalam kurikulum 2013 teks tidak diartikan sebagai bentuk bahasa tulis. Teks itu
adalah ungkapan pikiran manusia yang lengkap yang didalamnya ada situasi dan
konteksnya (Mahsun, 2013). Dalam pembelajaran berbasis teks, pelajaran Bahasa
Indonesia diajarkan bukan sekedar sebagai pengetahuan bahasa, melainkan sebagai
teks yang mengemban fungsi untuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya
pada konteks sosial-budaya akademis. Teks dalam Kurikulum 2013 dapat dibedakan
antara teks sastra dan teks nonsastra dan berupa teks lisan maupun tulisan.
Pembelajaran berbasis teks, siswa menggunakan bahasa tidak hanya dijadikan
sebagai sarana komunikasi, tetapi sebagai sarana mengembangkan kemampuan
berpikir. Adapun materi pembelajaran di SMA/MAN pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia ditemukan 14 teks yang meliputi 3 teks sastra (23%) dan 11 teks
nonsastra (77%) (Kemendikbud, 2013b).
Substansi materi dalam
kurikulum 2013, proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan
kontekstual yang menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran,
yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Materi pembelajaran berbasis pada fakta
atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu,
bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. Pendekatan
ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran tersebut meliputi mengamati,
menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran. Jika
disandingkan dengan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis, pembelajaran yang guru terapkan di dalam kelas mencakup
semua keterampilan berbahasa tersebut. Sebagai contoh dalam pembelajaran teks
eksplanasi, guru membelajarkan siswa dengan menyimak materi pelajaran yang
diberikan guru, setelah itu siswa diminta untuk bertanya maupun menanggapi dari
pernyataan materi yang dijelaskan guru. Ketika guru sudah menjelaskan dan siswa
menanggapi, siswa diminta untuk menganalisis teks yang ada dalam buku siswa.
Dalam hal ini siswa diminta untuk membaca. Kemudian, siswa menuliskan hasil
dari menjawab soal yang berhubungan dengan teks eksplanasi. Dari contoh
kegiatan pembelajaran tersebut, secara tidak langsung pembelajaran tersebut
memuat empat aspek keterampilan berbahasa.
Menulis merupakan salah
satu keterampilan berbahasa yang digunakan ketika pembelajaran dilaksanakan.
Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif dan selalu
berhubungan dengan penalaran siswa dan hasil temuan siswa dalam pembelajaran
serta dibuktikan dari kegiatan menulis. Dari kegiatan menulis, guru mengetahui
tingkat pemahaman siswa selama pembelajaran.
Untuk pembelajaran kurikulum 2013
menggunakan istilah baru yang diterapkan pada Bahasa Indonesia SMA kelas XI.
Istilah baru tersebut yaitu teks eksplanasi. Teks eksplanasi ini merupakan
jenis teks yang menjelaskan hubungan logis dari beberapa peristiwa. Pada teks
eksplanasi, teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai fenomena alam
maupun sosial. Dalam teks eksplanasi terdapat struktur teks, struktur tersebut
meliputi, pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi (opsional). Teks
eksplanasi yang terdapat dalam buku siswa adalah teks yang berkaitan dengan
peristiwa alam, diantaranya teks tentang Tsunami dan Gempa Bumi (Mahsun, 2013).
Dari penjelasan kedua
aspek di atas, alasan penulis memilih teks eksplanasi adalah untuk mengetahui
istilah baru yang dipakai pada kurikulum 2013 dan penerapannya pada
pembelajaran Bahasa Indonesia jenjang sekolah SMA. Maka penulis menyimpulkan
bahwa menulis teks eksplanasi merupakan sebuah komponen yang dibelajarakan
dalam suatu kegiatan belajara mengajar. Kegiatan menulis teks eksplanasi ini
merupakan kegiatan dari hasil pengamatan siswa mengenai teks tersebut. Hasil
akhir dari sebuah pembelajaran adalah menulis hasil observasi siswa mengenai
teks eksplanasi, baik isi, struktur, maupun kebahasaan yang terdapat dalam teks
eksplanasi.
B.
Rumusan
Masalah
Dalam penelitian yang
dilakukan, rumusan masalah adalah “Bagaimanakah pembelajaran menulis teks
ekspalanasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tumijajar tahun pelajaran 2013/2014.
Dari rumusan tersebut, akan dirinci menjadi beberapa aspek, diantaranya sebagai
berikut.
1. Bagaimana
perencanaaan pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1
Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015?
2. Bagaimana
pelaksanaan pembelajaran teks menulis eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1
Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015?
3. Bagaimana
penilaian Pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1
Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015?
C.
Tujuan
Penelitian
Tujuan dari Penelitian
ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran teks eksplanasi pada siswa kelas XI
SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015. Tujuan penelitian tersebut
meliputi aspek-aspek berikut.
1.
Perencanaan pembelajaran menulis teks
eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015
2.
Pelaksanaan pembelajaran menulis teks
eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015
3.
Penilaian pembelajaran menulis teks
eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015.
D.
Manfaat
Penelitian
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan manfaat praktis. Adapun manfaat dari penelitian ini
sebagai berikut.
1.
Bagi peneliti dan pembaca dapat
memberikan informasi mengenai pembelajaran teks eksplanasi yang terdapat dalam
kurikulum 2013.
2.
Bagi guru Bahasa Indonesia, dapat
memberikan informasi tentang proses pelaksanaan pembelajaran menulis teks
eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015.
E. Anggapan Dasar dan hipotesis
Anggapan dasar adalah sesuatu hal yang diterima sebagai
landasan berpikir. Arikunto (2006:65) menyatakan bahwa “Anggapan dasar atau
asumsi adalah sesuatu hal yang diyakini kebenarannya oleh peneliti harus
dirumuskan secara jelas. Anggapan dasar ini merupakan landasan teori di dalam
pelaporan hasil penelitian nanti”. Adapun anggapan dasar dalam penelitian ini
adalah Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi dalam pembelajaran
Bahasa Indonesia dan siswa dianggap berhasil dengan ini.
Hipotesis adalah dugaan mengenai sesuatu hal yang dibuat
untuk menjelaskan hal yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya.
Berdasarkan anggapan dasar tersebut, yang menjadi hipotesis yaitu Pelaksanaan
Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi ini siswa dapat mencapai ketuntasan belajar pada materi teks Eksplanasi di kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya.
F.
Landasan Teoritis
1.
Metode Pembelajaran Menulis
Menulis adalah suatu proses menyusun, mencatat, dan
megkomunikasikan makna dalam tataran ganda bersifat interaktif dan diarahkan
untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan suatu sistem tanda
konvesional yang dapat dilihat/dibaca (Tatkala,1982).
Dalam pembelajaran
menulis, dipergunakan beberapa metode, yaitu:
1.1.Metode langsung
Metode pengajaran
langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang
pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik
dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
1.2. Metode Komunikatif
Desain
yang bermuatan metode komunkatif harus mencakup semua keterampilan
berbahasa. Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran. Setiap
pembelajaran dispesifikasikan ke dalam tujuan kongkret yang merupakan produk
akhir
1.3. Metode Integratif
Integratif
berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Integrtif terbagi
menjadi dua bagian: interbidang studi dan antarbidang studi. Interbidang
studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan.
Sebagai contoh: menulis diintegrasikan dengan berbicara dan
membaca. Adapun antarbidang studi artinya pengintegrasian bahan dari
beberapa bidang studi. Sebagai contoh: antara bahasa Indonesia
dengan matematika atau dengan bidang studi lain.
1.4. Metode Tematik
Dalam
metode tematik, semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema
yang sama dalam satu unit pertemuan. Tema yang telah ditentukan harus
diolah sesuai dengan perkembangan dan lingkungan siswa. Siswa
berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan,
penggunaan, dan pemahaman.
2.
Menulis Teks Eksplanasi
2.1. Pengertian Teks
Eksplanasi
Eksplanasi berasal dari bahasa asing (Inggris) yang
berarti tindakan menerangkan atau menjelaskan dan keterangan, pernyataan atau
fakta yang menjelaskan (The Contemporary English-Indonesian Dictionary: 651).
Teks Eksplanasi (Explanation Text) adalah sebuah teks yang berisi
tentang prosesproses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial,
ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya.
Menurut Anderson (2003:80) teks eksplanasi adalah
bentuk teks yang menyajikan serangkaian peristiwa. Senada dengan pendapat
Anderson, menurut Napitupulu (2010:317) teks eksplanasi adalah jenis teks
faktual yang menjelaskan proses-proses yang terjadi di di dalam evolusi
fenomena yang alamiah. Eksplanasi digunakan untuk menjelaskan proses terjadinya
sesuatu secara logis, tetapi bukan pendeskripsian benda-benda.
Priyatni (2014:82) mengatakan, teks eksplanasi
adalah teks yang berisi penjelasan tentang proses yang berhubungan dengan
fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya. Sebuah
teks eksplansi berasal dari pertanyaan penulis terkait „mengapa‟ dan
„bagaimana‟ suatu fenomena terjadi.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa teks
eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya serangkaian peristiwa
secara alamiah. Teks eksplanasi dapat berupa peristiwa alam seperti bencana alam
ataupun fenomena alam.
2.2.
Tujuan Teks Eksplanasi
Eksplanasi digunakan untuk memperhitungkan mengapa
sesuatu menjadi seperti itu. Eksplanasi lebih merupakan proses-proses daripada
tentang sesuatu.
2.3.
Struktur Teks Eksplanasi
Anderson (2003:82) menyatakan tiga bagian dalam
struktur kebahasaan teks eksplanasi, yaitu:
1. A
general statement (pernyataan umum)
Dalam general statement berisi tentang
penjelasan umum tentang fenomena yang akan dibahas, bisa berupa pengenalan
fenomena tersebut atau penjelasannya.
2. A
squenced explanation (deretan penjelas)
A squenced explanation berisi
tentang penjelasan proses mengapa fenomena tersebut bisa terjadi atau tercipta.
A squenced of explanation berupa jawaban dari pertanyaan „why‟ dan „how‟
penulis ketika membuat sebuah teks eksplanasi. Dalam squenced of explanation
bisa terdiri lebih dari satu paragraf.
3. Closing
(penutup)
Sebenarnya closing itu tidak tercantum dalam generic
structure dari teks eksplanasi, tetapi kebanyakan orang beranggapan bahwa
paragraf terakhir dari sebuah teks eksplaansi adalah closing, padahal
itu merupakan bagian dari squenced of explanation yang berisi tentang
langkah akhir yang dijelaskan pada bagian squenced of explanation.
Priyatni (2014:83) menjelaskan struktur teks
eksplanasi sebagai berikut:
Pernyataan
umum berisi definisi fenomena yang dijelaskan, konteks, atau karakteristik
umum.
- Deret penjelas menjelaskan mengapa
fenomena terjadi dan bagaimana terjadi/bagaimana cara bekerjanya, syarat
kondisi terjadinya.
- Penutup/simpulan berisi simpulan
atau opini penulis tentang fenomena yang dijelaskan.
2.4.
Ciri-ciri Teks Eksplanasi
Ciri-ciri dari teks eksplanasi adalah sebagai
berikut: (1) teks eksplanasi bertujuan memberikan informasi, pengertian, dan
pengetahuan, (2) tek eksplanasi bersifat menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan
bagaimana, (3) teks eksplanasi disampaikan dengan gaya yang lugas dan
menggunakan bahasa baku, (4) teks eksplanasi umumnya disajikan dengan
menggunakan susunan logis. Teks eksplanasi harus ditulis berdasarkan kaidah
teks baku yang mencakup ejaan, tanda baca, pilihan kata, kefektifan kalimat,
dan keterpaduan pendapat. Tujuan kebahasaan dari teks eksplanasi adalah untuk
menerangkan proses-proses yang terjadi dalam pembentukan atau kegiatan yang
terkait dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya yang bertujuan
menjelaskan.
2.5.
Contoh Teks Eksplanasi
|
No
|
Struktur Teks
|
Peristiwa
|
|
1.
|
Pernyataan
umum
|
Kata “tsunami” berasal dari bahasa
Jepang “tsu”yang berarti „pelabuhan‟ dan “nami” yang berarti’gelombang‟. Tsunami adalah serangkaian gelombang yang
terbentuk karena gempa atai letusan gunung berapi di bawah laut atau didaratan
dekat pantai. Gelombangnya yang besar
menyebabkan banjir dan kerusakan saat
menghantam pantai.
|
|
2
|
Deretan
penjelas/Eksplanasi
|
Tsunami
tercipta saat permukaan dasar laut bergerak naik turun (pergeseran lempeng di
dasar laut) di sepanjang patahan selama gempa terjadi. Patahannya
menyebabkan keseimbangan air menjadi terganggu. Semakin besar daerah
patahan yang terjadi, semakin besar pula tenaga gelombang yang
di hasilkan. Selain itu, tsunami juga tercipta karena meletusnya gunung
berapi yang menyebabkan pergerakan air di laut atau perairan sekitarnya
sangat tinggi. Gelombang tsunami yang terjadi di laut melaju lebih cepat daripada
gelombang normal. Gelombang tersebut menyebar ke segala arah dengan ketinggian
30 sampai dengan 50 meter dan kecepatan sekitar 800 km/jam. Ketika gelombang tsunami
memasuki air dangkal, kecepatannya akan menurun dan ketinggiannya akan bertambah.
Ketinggian gelombang itu juga bergantung pada bentuk pantai dan
kedalamannya. Gempa bumi yang tejadi di dasar laut sangat berpotensi
menimbulkan tsunami dan sangat berbahaya bagi manusia.
|
|
3
|
Interpretasi
|
Kamu
tidak perlu khawatir karena tidak semua gempa dan letusan gunung berapi
menyebabkan tsunami dan tidak semua tsunami menimbulkan gelombang besar. Tsunami
selalu menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan yang paling
besar terjadi ketika gelombang besar tsunami itu mengenai pemukiman
manusiasehingga menyeret apa saja yang dilaluinya.
|
G. Metode
Penelitian
1.
Desain
Penelitian
Jenis
penelitian yang digunakan bersifat Survey Analitik dengan Desain Cross Sectional yaitu variabel sebab
atau resiko dan akibat atau kusus yang terjadi pada objek penelitian di ukur
atau dikumpulkan secara simultan (dalam waktu yang bersamaan), untuk mengetahui
Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi di Kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya.
2.
Lokasi
dan waktu Penelitian
2.1.
Tempat Penelitian
Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan
di SMA Negeri 1 Indrajaya Kabupaten Pidie.
2.2.
Waktu Penelitian
Penelitian
ini direncanakan pada bulan Desember 2016.
3.
Populasi
dan Sampel Penelitian
3.1. Populasi
Populasi dalam keseluruhan objek
yang akan diteliti dalam suatu penelitian. Penetapan objek penelitian sangatlah
penting diperhatikan karena penelitian itu sendiri bertujuan untuk mengambil
kesimpulan tentang objek secara keseluruhan. Dalam penelitian ini yang menjadi
populasi adalah siswa kelas XI SMP Negeri 1 Indrajaya yang terdiri dari 3
kelas.
3.2. Sampel
Sampel adalah pembagian dari
populasi yang akan dijadikan objek penelitian. Karena keterbatasan dana, waktu,
dan tenaga maka akan tidak dilakukan penelitian untuk keseluruhan anggota
populasi. Oleh karena itu dilakukan pengambilan sampel secara random, yaitu
hanya satu kelas untuk kelas eksperimen.
4. Metode Pengumpulan Data
Menurut Arikunto (2006:149), “
instrumen penelitian merupakan alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh
peneliti dalam kegiatan pengumpulkan data, agar kegiatan tersebut menjadi
sistematis dan dipermudah olehnya”., Instrumen pengumpulan data yang disiapkan
adalah instrumen tes dan lembar observasi aktivitas siswa. Penggunaan instrument
tersebut dilakukan sebagai berikut:
4.1. Instrumen Tes
Hasil tes tersebut digunakan untuk
materi aljabara.Instrumen ini digunakan untuk melihat bagaimana hasil yang
diperoleh siswa dalam memahami materi menulis Teks Ekplanasi. Tes hasil belajar
yang disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tes dilakukan
pada proses belajar mengajar dengan Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Teks
Eksplanasi. Nilai yang didapat dari tes diambil sebagai data yang diolah dalam
penelitian ini.
4.2. Lembar Observasi Aktivitas Siswa
Instrumen ini digunakan untuk
mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Lembar observasi
diisi kepada seorang pengamat dengan cara mengamati aktivitas siswa dalam
kelompok subjek yang telah ditentukan sebelumnya yaitu terdiri dari 2 siswa
kelompok atas, 2 siswa kelompok sedang, 2 kelompok bawah. Pengamat mengamati
aktivitas siswa yang telah ditentukan tersebut setiap 3 menit sekali kemudian
menulis hasil pengamatannya sesuai dengan kode/ nomor aspek yang telah
ditentukan pada lembar observasi aktivitas siswa.
5. Tekhnik Pengolahan Data
Setelah seluruh data terkumpul,
tahap berikutnya adalah tahap pengolahan data, adapun data yang diolah dari
penelitian ini adalah data tes akhir dan hasil pengamatan terhadap aktivitas
siswa. Semua data yang diperoleh dianalisis dengan cara sebagai berikut.
5.1. Data hasil belajar
Untuk melihat hasil belajar
matematika, maka setelah hasil tes terkumpul, tahap berikutnya adalah data yang
diperoleh akan diuji dengan menggunakan distribusi student ( uji-t) dengan
simpangan baku tidak diketahui.
Untuk menguji hipotesis digunakan
rumus uji t, sebelum uji t dilakukan terlebih dahulu di uji syarat-syaratnya,
yaitu:
a. Mentabulasi data ke dalam daftar
distribusi frekuensi
Untuk membuat tabel distribusi
frekuensi dengan panjang kelas yang sama,
maka menurut Sudjana (2005:47) terlebih dahulu ditentukan:
1. Rentang,
yaitu data terbesar dikurangi data terkecil.
2. Banyak
kelas interval yang diperlukan, dapat digunakan aturan Sturges, yaitu:
Banyak kelas = 1+3,3 loq n
Dengan n menyatakan banyak Data
3. Panjang kelas interval P dengan rumus:
P=
4. Pilih
ujung bawah interval pertama. Untuk ini bisa dipilih sama dengan data terkecil
atau nilai data yang lebih kecil dari
data terkecil, tetapi selisihnya harus kurang dari panjang kelas yang sudah
ditentukan.
b. Menentukan nilai rata-rata (x ̅), varians
(s^2) dan simpangan baku ( s)
Untuk data yang telah disusun dalam
daftar distribusi frekuensi menurut sudjana
(2005:70), nilai rata-rata (x ̅) dihitung dengan menggunakan rumus:
dengan
:
= nilai rata- rata
Untuk
mencari varians (s^2) menurut Sudjana (2005:95) dapat diukur dengan rumus:
dengan n = banyaknya data
5.2. Uji normalitas sebaran data
Normalitas adalah uji yang dilakukan
untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi
normal. Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya suatu
suatu distribusi data. Hal ini penting diketahui Sebagai persyaratan uji-t,
data harus berdistribusi normal. Oleh karena itu, sebelum pengujian hipotesis
harus dilakukan uji normalitas sebaran data. Pengujian normalitas data
diperlukan untuk mengetahui apakah data yang telah diperoleh dari data tes
siswa berdistribusi normal atau tidak Untuk menguji normalitas data, digunakan
statistik chi-kuadrat seperti yang dikemukakan Sudjana (2005:273) sebagai
berikut:

Dengan: c2
= statistik chi-kuadrat
Dengan dk = (k-3) dan α = 0,05. Kriteria pengujian
yang berlaku ialah tolak H0 jika
c2
≥ c2
(1-α) (k -3) dan terima H0
jika c2
mempunyai
harga lain.
5.3. Pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian
ini menggunakan uji-t pihak kanan, dengan taraf signifikan (α) = 0,05.
Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:
H0:µ = µ0: Melalui pelaksanaan pembelajaran menulis Teks
Eksplanasi siswa kelas XI SMA N 1 Indrajaya tidak dapat mencapai ketuntasan
pada materi Teks Eksplanasi.
H1:µ >µ0
: Melalui pelaksanaan pembelajaran menulis Teks Eksplanasi siswa kelas XI
SMA N 1 Indrajaya dapat mencapai ketuntasan pada materi Teks Eksplanasi.
Hingga
µ0 = 65, didasarkan pada KKM mata pelajaran Matematika di SMP Negeri 2 Banda
Aceh, yaitu 65.
Untuk
menguji hipotesis yang telah dirumuskan, menurut sudjana (2005:231) dapat
digunakan statistik uji –t:
dengan
:
=
nilai rata-rata
s =
simpangan baku
Karena uji hipotesis adalah uji
pihak kanan, maka menurut sudjana (2005:231) “Kriteria pengujian yang
berlaku ialah tolak H0 jika t
≥ t1-α dan terima H0 jika t berharga lainnya. Derajat
kebebasan untuk taraf distribusi t adalah dk= (n - 1)”.
5.4. Data Aktivitas Siswa
Data aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dapat
dianalisis dengan menggunakan persentase. Adapun rumus persentase sebagai berikut :
Keterangan:
P = Persetase
F = Frekuensi aktivitas
N = Jumlah aktivitas keseluruhan
siswa
100% = bilangan tetap
(Mukhlis dalam Daryani,
2010: 31)
DAFTAR
PUSTAKA
Alwi, Hasan.
2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas dan
Balai
Pustaka.
Andrianto.
“Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi dengan Menggunakan Model CIRC yang Berbantuan
Media Video Animasi Bencana Alam pada Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Bobotsari
Kabupaten Purbalingga”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Ariyani,
Fitri. 2014. “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Menggunakan
Model Investigasi Kelompok Melalui Media Video Cara Bernegosiasi Pada Siswa
Kelas X MIA-4 SMA Negeri 1 Comal Tahun Ajaran 2013-2014”. Skripsi. Universitas
Negeri Semarang.
Arikunto,
Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar.
2013. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Aunurrahman.
2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
No comments:
Post a Comment