Friday, 18 March 2016

proposal_Menulis_Teks_Eksplanasi

Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi
 di Kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya

A.    Latar Belakang
Pada tahun pelajaran 2013/2014, pemerintah sudah menerapkan kurikulum yang dikembangkan dari kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2013. Pengembangan kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Implementasi kurikulum dilengkapi dengan buku siswa dan pedoman guru yang disediakan oleh pemerintah. Strategi ini memberikan jaminan terhadap kualitas isi atau bahan ajar dan penyajian buku serta bahan bagi pelatihan guru dalam keterampilan melakukan pembelajaran dan penilaian pada proses serta hasil belajar peserta didik Mahsun (2013). Tujuan dalam pembelajaran kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan insan Indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia.
Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA menekankan pada pembelajaran berbasis teks. Teks dimaknai sebagai satuan bahasa yang mengungkapkan makna secara kontekstual. Dalam kurikulum 2013 teks tidak diartikan sebagai bentuk bahasa tulis. Teks itu adalah ungkapan pikiran manusia yang lengkap yang didalamnya ada situasi dan konteksnya (Mahsun, 2013). Dalam pembelajaran berbasis teks, pelajaran Bahasa Indonesia diajarkan bukan sekedar sebagai pengetahuan bahasa, melainkan sebagai teks yang mengemban fungsi untuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis. Teks dalam Kurikulum 2013 dapat dibedakan antara teks sastra dan teks nonsastra dan berupa teks lisan maupun tulisan. Pembelajaran berbasis teks, siswa menggunakan bahasa tidak hanya dijadikan sebagai sarana komunikasi, tetapi sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir. Adapun materi pembelajaran di SMA/MAN pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ditemukan 14 teks yang meliputi 3 teks sastra (23%) dan 11 teks nonsastra (77%) (Kemendikbud, 2013b).
Substansi materi dalam kurikulum 2013, proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan kontekstual yang menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran tersebut meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran. Jika disandingkan dengan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, pembelajaran yang guru terapkan di dalam kelas mencakup semua keterampilan berbahasa tersebut. Sebagai contoh dalam pembelajaran teks eksplanasi, guru membelajarkan siswa dengan menyimak materi pelajaran yang diberikan guru, setelah itu siswa diminta untuk bertanya maupun menanggapi dari pernyataan materi yang dijelaskan guru. Ketika guru sudah menjelaskan dan siswa menanggapi, siswa diminta untuk menganalisis teks yang ada dalam buku siswa. Dalam hal ini siswa diminta untuk membaca. Kemudian, siswa menuliskan hasil dari menjawab soal yang berhubungan dengan teks eksplanasi. Dari contoh kegiatan pembelajaran tersebut, secara tidak langsung pembelajaran tersebut memuat empat aspek keterampilan berbahasa.
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang digunakan ketika pembelajaran dilaksanakan. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif dan selalu berhubungan dengan penalaran siswa dan hasil temuan siswa dalam pembelajaran serta dibuktikan dari kegiatan menulis. Dari kegiatan menulis, guru mengetahui tingkat pemahaman siswa selama pembelajaran.
Untuk pembelajaran kurikulum 2013 menggunakan istilah baru yang diterapkan pada Bahasa Indonesia SMA kelas XI. Istilah baru tersebut yaitu teks eksplanasi. Teks eksplanasi ini merupakan jenis teks yang menjelaskan hubungan logis dari beberapa peristiwa. Pada teks eksplanasi, teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai fenomena alam maupun sosial. Dalam teks eksplanasi terdapat struktur teks, struktur tersebut meliputi, pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi (opsional). Teks eksplanasi yang terdapat dalam buku siswa adalah teks yang berkaitan dengan peristiwa alam, diantaranya teks tentang Tsunami dan Gempa Bumi (Mahsun, 2013).
Dari penjelasan kedua aspek di atas, alasan penulis memilih teks eksplanasi adalah untuk mengetahui istilah baru yang dipakai pada kurikulum 2013 dan penerapannya pada pembelajaran Bahasa Indonesia jenjang sekolah SMA. Maka penulis menyimpulkan bahwa menulis teks eksplanasi merupakan sebuah komponen yang dibelajarakan dalam suatu kegiatan belajara mengajar. Kegiatan menulis teks eksplanasi ini merupakan kegiatan dari hasil pengamatan siswa mengenai teks tersebut. Hasil akhir dari sebuah pembelajaran adalah menulis hasil observasi siswa mengenai teks eksplanasi, baik isi, struktur, maupun kebahasaan yang terdapat dalam teks eksplanasi.
B.     Rumusan Masalah
Dalam penelitian yang dilakukan, rumusan masalah adalah “Bagaimanakah pembelajaran menulis teks ekspalanasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tumijajar tahun pelajaran 2013/2014. Dari rumusan tersebut, akan dirinci menjadi beberapa aspek, diantaranya sebagai berikut.
1.      Bagaimana perencanaaan pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015?
2.      Bagaimana pelaksanaan pembelajaran teks menulis eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015?
3.      Bagaimana penilaian Pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015?

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015. Tujuan penelitian tersebut meliputi aspek-aspek berikut.
1.      Perencanaan pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015
2.      Pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015
3.      Penilaian pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015.
D.    Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis. Adapun manfaat dari penelitian ini sebagai berikut.
1.      Bagi peneliti dan pembaca dapat memberikan informasi mengenai pembelajaran teks eksplanasi yang terdapat dalam kurikulum 2013.
2.      Bagi guru Bahasa Indonesia, dapat memberikan informasi tentang proses pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya Tahun Pelajaran 2014/2015.

E.     Anggapan Dasar dan hipotesis
Anggapan dasar adalah sesuatu hal yang diterima sebagai landasan berpikir. Arikunto (2006:65) menyatakan bahwa “Anggapan dasar atau asumsi adalah sesuatu hal yang diyakini kebenarannya oleh peneliti harus dirumuskan secara jelas. Anggapan dasar ini merupakan landasan teori di dalam pelaporan hasil penelitian nanti”. Adapun anggapan dasar dalam penelitian ini adalah Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan siswa dianggap berhasil dengan ini.
Hipotesis adalah dugaan mengenai sesuatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya. Berdasarkan anggapan dasar tersebut, yang menjadi hipotesis yaitu Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi ini siswa dapat mencapai ketuntasan belajar pada materi teks Eksplanasi di kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya.
F.     Landasan Teoritis
1.      Metode Pembelajaran Menulis
Menulis adalah suatu proses menyusun, mencatat, dan megkomunikasikan makna dalam tataran ganda bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan suatu sistem tanda konvesional yang dapat dilihat/dibaca (Tatkala,1982).
Dalam pembelajaran menulis, dipergunakan beberapa metode, yaitu:
1.1.Metode langsung
Metode pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
  
1.2. Metode Komunikatif
Desain yang bermuatan metode komunkatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa.  Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran. Setiap pembelajaran dispesifikasikan ke dalam tujuan kongkret yang merupakan produk akhir
1.3. Metode Integratif
Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses.  Integrtif terbagi menjadi dua bagian: interbidang studi dan antarbidang studi.  Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan.  Sebagai contoh: menulis diintegrasikan  dengan berbicara dan membaca.  Adapun antarbidang studi artinya pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi.  Sebagai contoh: antara bahasa Indonesia  dengan matematika atau dengan bidang studi lain.
1.4. Metode Tematik
Dalam metode tematik, semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan.  Tema yang telah ditentukan harus diolah sesuai dengan perkembangan dan lingkungan siswa.   Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan, penggunaan, dan pemahaman.



2.      Menulis Teks Eksplanasi
2.1. Pengertian Teks Eksplanasi
Eksplanasi berasal dari bahasa asing (Inggris) yang berarti tindakan menerangkan atau menjelaskan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan (The Contemporary English-Indonesian Dictionary: 651). Teks Eksplanasi (Explanation Text) adalah sebuah teks yang berisi tentang prosesproses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya.
Menurut Anderson (2003:80) teks eksplanasi adalah bentuk teks yang menyajikan serangkaian peristiwa. Senada dengan pendapat Anderson, menurut Napitupulu (2010:317) teks eksplanasi adalah jenis teks faktual yang menjelaskan proses-proses yang terjadi di di dalam evolusi fenomena yang alamiah. Eksplanasi digunakan untuk menjelaskan proses terjadinya sesuatu secara logis, tetapi bukan pendeskripsian benda-benda.
Priyatni (2014:82) mengatakan, teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan tentang proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya. Sebuah teks eksplansi berasal dari pertanyaan penulis terkait „mengapa‟ dan „bagaimana‟ suatu fenomena terjadi.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya serangkaian peristiwa secara alamiah. Teks eksplanasi dapat berupa peristiwa alam seperti bencana alam ataupun fenomena alam.

2.2. Tujuan Teks Eksplanasi
Eksplanasi digunakan untuk memperhitungkan mengapa sesuatu menjadi seperti itu. Eksplanasi lebih merupakan proses-proses daripada tentang sesuatu.
2.3. Struktur Teks Eksplanasi
Anderson (2003:82) menyatakan tiga bagian dalam struktur kebahasaan teks eksplanasi, yaitu:
1.      A general statement (pernyataan umum)
Dalam general statement berisi tentang penjelasan umum tentang fenomena yang akan dibahas, bisa berupa pengenalan fenomena tersebut atau penjelasannya.
2.      A squenced explanation (deretan penjelas)
A squenced explanation berisi tentang penjelasan proses mengapa fenomena tersebut bisa terjadi atau tercipta. A squenced of explanation berupa jawaban dari pertanyaan „why‟ dan „how‟ penulis ketika membuat sebuah teks eksplanasi. Dalam squenced of explanation bisa terdiri lebih dari satu paragraf.
3.      Closing (penutup)
Sebenarnya closing itu tidak tercantum dalam generic structure dari teks eksplanasi, tetapi kebanyakan orang beranggapan bahwa paragraf terakhir dari sebuah teks eksplaansi adalah closing, padahal itu merupakan bagian dari squenced of explanation yang berisi tentang langkah akhir yang dijelaskan pada bagian squenced of explanation.

Priyatni (2014:83) menjelaskan struktur teks eksplanasi sebagai berikut:
Pernyataan umum berisi definisi fenomena yang dijelaskan, konteks, atau karakteristik umum.
  1. Deret penjelas menjelaskan mengapa fenomena terjadi dan bagaimana terjadi/bagaimana cara bekerjanya, syarat kondisi terjadinya.
  2. Penutup/simpulan berisi simpulan atau opini penulis tentang fenomena yang dijelaskan.
2.4. Ciri-ciri Teks Eksplanasi
Ciri-ciri dari teks eksplanasi adalah sebagai berikut: (1) teks eksplanasi bertujuan memberikan informasi, pengertian, dan pengetahuan, (2) tek eksplanasi bersifat menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana, (3) teks eksplanasi disampaikan dengan gaya yang lugas dan menggunakan bahasa baku, (4) teks eksplanasi umumnya disajikan dengan menggunakan susunan logis. Teks eksplanasi harus ditulis berdasarkan kaidah teks baku yang mencakup ejaan, tanda baca, pilihan kata, kefektifan kalimat, dan keterpaduan pendapat. Tujuan kebahasaan dari teks eksplanasi adalah untuk menerangkan proses-proses yang terjadi dalam pembentukan atau kegiatan yang terkait dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan,  budaya, dan lainnya yang bertujuan menjelaskan.

2.5. Contoh Teks Eksplanasi
No
Struktur Teks
Peristiwa
1.
Pernyataan umum
Kata “tsunami” berasal dari bahasa Jepang “tsu”yang berarti „pelabuhan‟ dan “nami” yang berarti’gelombang‟. Tsunami adalah serangkaian gelombang yang terbentuk karena gempa atai letusan gunung berapi di bawah laut atau didaratan dekat pantai. Gelombangnya yang besar menyebabkan banjir dan kerusakan saat menghantam pantai.



2
Deretan
penjelas/Eksplanasi
Tsunami tercipta saat permukaan dasar laut bergerak naik turun (pergeseran lempeng di dasar laut) di sepanjang patahan selama gempa terjadi. Patahannya menyebabkan keseimbangan air menjadi terganggu. Semakin besar daerah patahan yang terjadi, semakin besar pula tenaga gelombang yang di hasilkan. Selain itu, tsunami juga tercipta karena meletusnya gunung berapi yang menyebabkan pergerakan air di laut atau perairan sekitarnya sangat tinggi. Gelombang tsunami yang terjadi di laut melaju lebih cepat daripada gelombang normal. Gelombang tersebut menyebar ke segala arah dengan ketinggian 30 sampai dengan 50 meter dan kecepatan sekitar 800 km/jam. Ketika gelombang tsunami memasuki air dangkal, kecepatannya akan menurun dan ketinggiannya akan bertambah. Ketinggian gelombang itu juga bergantung pada bentuk pantai dan kedalamannya. Gempa bumi yang tejadi di dasar laut sangat berpotensi menimbulkan tsunami dan sangat berbahaya bagi manusia.




3
Interpretasi
Kamu tidak perlu khawatir karena tidak semua gempa dan letusan gunung berapi menyebabkan tsunami dan tidak semua tsunami menimbulkan gelombang besar. Tsunami selalu menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan yang paling besar terjadi ketika gelombang besar tsunami itu mengenai pemukiman manusiasehingga menyeret apa saja yang dilaluinya.


G.    Metode Penelitian
1.      Desain Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan bersifat Survey Analitik dengan Desain Cross Sectional yaitu variabel sebab atau resiko dan akibat atau kusus yang terjadi pada objek penelitian di ukur atau dikumpulkan secara simultan (dalam waktu yang bersamaan), untuk mengetahui Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi di Kelas XI SMA Negeri 1 Indrajaya.
2.      Lokasi dan waktu Penelitian
2.1. Tempat Penelitian
 Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Indrajaya Kabupaten Pidie.
2.2. Waktu Penelitian
Penelitian ini direncanakan pada bulan Desember 2016.

3.      Populasi dan Sampel Penelitian
3.1. Populasi
            Populasi dalam keseluruhan objek yang akan diteliti dalam suatu penelitian. Penetapan objek penelitian sangatlah penting diperhatikan karena penelitian itu sendiri bertujuan untuk mengambil kesimpulan tentang objek secara keseluruhan. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas XI SMP Negeri 1 Indrajaya yang terdiri dari 3 kelas.
3.2. Sampel
            Sampel adalah pembagian dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian. Karena keterbatasan dana, waktu, dan tenaga maka akan tidak dilakukan penelitian untuk keseluruhan anggota populasi. Oleh karena itu dilakukan pengambilan sampel secara random, yaitu hanya satu kelas untuk kelas eksperimen.
4.      Metode Pengumpulan Data
            Menurut Arikunto (2006:149), “ instrumen penelitian merupakan alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan pengumpulkan data, agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya”., Instrumen pengumpulan data yang disiapkan adalah instrumen tes dan lembar observasi aktivitas siswa. Penggunaan instrument tersebut dilakukan sebagai berikut:

4.1. Instrumen Tes
            Hasil tes tersebut digunakan untuk materi aljabara.Instrumen ini digunakan untuk melihat bagaimana hasil yang diperoleh siswa dalam memahami materi menulis Teks Ekplanasi. Tes hasil belajar yang disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tes dilakukan pada proses belajar mengajar dengan Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi. Nilai yang didapat dari tes diambil sebagai data yang diolah dalam penelitian ini.
4.2. Lembar Observasi Aktivitas Siswa
            Instrumen ini digunakan untuk mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Lembar observasi diisi kepada seorang pengamat dengan cara mengamati aktivitas siswa dalam kelompok subjek yang telah ditentukan sebelumnya yaitu terdiri dari 2 siswa kelompok atas, 2 siswa kelompok sedang, 2 kelompok bawah. Pengamat mengamati aktivitas siswa yang telah ditentukan tersebut setiap 3 menit sekali kemudian menulis hasil pengamatannya sesuai dengan kode/ nomor aspek yang telah ditentukan pada lembar observasi aktivitas siswa.
5.      Tekhnik Pengolahan Data
            Setelah seluruh data terkumpul, tahap berikutnya adalah tahap pengolahan data, adapun data yang diolah dari penelitian ini adalah data tes akhir dan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa. Semua data yang diperoleh dianalisis dengan cara sebagai berikut.
5.1. Data hasil belajar
            Untuk melihat hasil belajar matematika, maka setelah hasil tes terkumpul, tahap berikutnya adalah data yang diperoleh akan diuji dengan menggunakan distribusi student ( uji-t) dengan simpangan baku tidak diketahui.
            Untuk menguji hipotesis digunakan rumus uji t, sebelum uji t dilakukan terlebih dahulu di uji syarat-syaratnya, yaitu:
a.      Mentabulasi data ke dalam daftar distribusi frekuensi
            Untuk membuat tabel distribusi frekuensi dengan panjang kelas yang sama,   maka menurut Sudjana (2005:47) terlebih dahulu ditentukan:
1.      Rentang, yaitu data terbesar dikurangi data terkecil.
2.      Banyak kelas interval yang diperlukan, dapat digunakan aturan Sturges,  yaitu:
Banyak kelas = 1+3,3 loq n   
Dengan n menyatakan banyak Data
3.       Panjang kelas interval P dengan rumus:
P=    
4.      Pilih ujung bawah interval pertama. Untuk ini bisa dipilih sama dengan data terkecil atau nilai data yang lebih kecil  dari data terkecil, tetapi selisihnya harus kurang dari panjang kelas yang sudah ditentukan.

b.      Menentukan nilai rata-rata (x ̅), varians (s^2) dan simpangan baku ( s)
            Untuk data yang telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi menurut sudjana  (2005:70), nilai rata-rata (x ̅) dihitung dengan menggunakan rumus:
                                                                   =
dengan :              = nilai rata- rata
                          = frekuensi kelas interval data
                          = nilai tengah atau tanda kelas interval
Untuk mencari varians (s^2) menurut Sudjana (2005:95) dapat diukur dengan rumus:
 dengan n = banyaknya data
5.2. Uji normalitas sebaran data
            Normalitas adalah uji yang dilakukan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya suatu suatu distribusi data. Hal ini penting diketahui Sebagai persyaratan uji-t, data harus berdistribusi normal. Oleh karena itu, sebelum pengujian hipotesis harus dilakukan uji normalitas sebaran data. Pengujian normalitas data diperlukan untuk mengetahui apakah data yang telah diperoleh dari data tes siswa berdistribusi normal atau tidak Untuk menguji normalitas data, digunakan statistik chi-kuadrat seperti yang dikemukakan Sudjana (2005:273) sebagai berikut:
Dengan:    c2 = statistik chi-kuadrat
                       = frekuensi pengamatan
           = frekuensi yang diharapkan
Dengan dk = (k-3) dan α = 0,05. Kriteria pengujian yang berlaku ialah tolak Hjika c2  ≥ c2 (1-α) (k -3) dan terima H0 jika c2 mempunyai harga lain.
5.3. Pengujian hipotesis
            Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji-t pihak kanan, dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:
H0:µ = µ0:  Melalui pelaksanaan pembelajaran menulis Teks Eksplanasi siswa kelas XI SMA N 1 Indrajaya tidak dapat mencapai ketuntasan pada materi Teks Eksplanasi.                                                            
H1:µ >µ0 : Melalui pelaksanaan pembelajaran menulis Teks Eksplanasi siswa kelas XI SMA N 1 Indrajaya dapat mencapai ketuntasan pada materi Teks Eksplanasi.
Hingga µ0 = 65, didasarkan pada KKM mata pelajaran Matematika di SMP Negeri 2 Banda Aceh, yaitu 65.
Untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan, menurut sudjana (2005:231) dapat digunakan statistik uji –t:
                          
dengan :                       =     nilai rata-rata
                  =     nilai ketuntasan belajar matematika
                    s  =     simpangan baku
   =     banyaknya data
            Karena uji hipotesis adalah uji pihak kanan, maka menurut sudjana (2005:231) “Kriteria pengujian yang berlaku  ialah tolak H0 jika t ≥ t1-α dan terima H0 ­jika t berharga lainnya. Derajat kebebasan untuk taraf distribusi t adalah dk= (n - 1)”.
5.4. Data Aktivitas Siswa
           Data aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dapat dianalisis dengan menggunakan persentase. Adapun rumus persentase sebagai berikut :
%
Keterangan:
P = Persetase
F = Frekuensi aktivitas
N = Jumlah aktivitas keseluruhan siswa
100% = bilangan tetap
(Mukhlis dalam Daryani, 2010: 31)

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas dan
            Balai Pustaka.
Andrianto. “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi dengan    Menggunakan Model CIRC yang Berbantuan Media Video Animasi Bencana Alam pada Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Bobotsari Kabupaten Purbalingga”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Ariyani, Fitri. 2014. “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Menggunakan Model Investigasi Kelompok Melalui Media Video Cara Bernegosiasi Pada Siswa Kelas X MIA-4 SMA Negeri 1 Comal Tahun Ajaran 2013-2014”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


Aunurrahman. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

No comments:

Post a Comment