Saturday, 26 March 2016

Makalah Lompat Jauh



lompat  jauh
BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Persiapan fisik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam latihan untuk mencapai suatu prestasi yang sangat tinggi. Dalam usaha meningkatkan prestasi atlet perlu ditingkatkan unsure-unsur kondisi fisik, teknik, taktik, kematangan mental, kerja sama, dan kekompakan serta pengalaman dalam bertanding.
Persiapan kondisi fisik sangat penting untuk meningkatkan dan memantapkan kualitas teknik. Tanpa persiapan kondisi fisik yang memadai maka akan sulit untuk mencapai prestasi yang tinggi. Tujuan dari latihan kondisi fisik adalah untuk meningkatkan kualitas fungsional organ tubuh sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan untuk mencapai prastasi yang optimal dalam suatu cabang olahraga tertentu.
Sebagai calon guru, Pembina dan pelatih oalahraga yang membina anak-anak (yunio) calon olahragawan, benar-benar dapat memberikan dasar fisik yang kuat, sehingga anak-anak yang berbakat nantinya akan dapat berkembang mencapai prestasi yang optimal. Untuk itu olahraga ekstrakurikuler di sekolah hendaknya memiliki wawasan yang luas dalam hal pembinaan prestasi, karena untuk mencapai prestasi puncak dalm suatu cabang olahraga harus dimulai sejak usia muda dengan latihan terencana, secaara benar dan mendasar.

  1. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Pengertian kondisi fisik?
2.      Apa saja Elemen-elemen kondisi fisik?
  1. Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui Bagaimana Pengertian kondisi fisik.
2.      Untuk mengetahui Apa saja Elemen-elemen kondisi fisik.

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian kondisi fisik
Kondisi berasal dari kata “condition” (bahasa latin) yang berarti keadaan. Sedangkan secara definitif kondisi menurut Jopath/krampel dalam Syafruddin (1992: 34) adalah keadaan fisik dan psikis serta kesiapan seorang atlet terhadap tuntutan-tuntutan khusus suatu cabang olahraga.
Beberapa ahli mengemukakan batasan tentang pengertian kondisi fisik, menurut Jonath dan Krempel kondisi fisik itu dapat di bedakan atas pengertian sempit dan luas. Dalam arti sempit kondisi merupakan keaadaan yang meliputi factor kekuatan, kecepatan, dan daya tahan. Sedangkan dalam arti luas ketiga factor di atas ditambah dengan factor kelentukan ( fleksibility) dan koordinasi.

  1. Elemen-elemen kondisi fisik
1.      Kekuatan (strength)
Secara fisiologis (ilmu faal) kekuatan merupakan kemampuan otot mengatasi beban atau latihan, sedangkan secara fisikal (ilmu fisika) kekuatan merupakan hasil perkalian antara massa dengan percepatan (acceleration). Dapat juga dikatakan bahwa kekuatan merupakan kemampuan dasar kondisi fisik. Tanpa kekuatan orang tidak akan bisa melompat, menarik, mendorong, mengangkat, menahan, lari, dan sebagainya. Dalam arti lain bahwa kekuatan dibutuhkan dalm kebanyakan aktifitas fisik.
Setiap cabang olahraga memerlukan kekuatan, beberapa banyak dan beberapa besar kekuatan yang di butuhkan serta jenis kekuatan mana yang diperlukan sangat tergantung kepada cabang olahraganya. Bentuk kekuatan yang diperlukan sangat tergantung kepada cabang olahraganya. Dilihat dari bentuk kekuatan yang dipergunakan maka kekuatan tersebut dapat dibedakan atas :
a.       Kekuatan maksimal
Kekuatan maksimal merupakan kemampuan otot untuk mengatasi beban atau tahanan secara maksimal. Kekuatan ini merupakan jenis kekuatan yang terbesar yang dapat di gunakan untuk mengatasi beban atau tahanan, baik secara statis maupun secara dinamis. Kekuatan maksimal di butuhkan terutama dalam cabang olahraga yang lebih banyak mengatasi beban luar, misalnya olahraga angkat besi, gulat, angkat berat, dan nomor-nomor tolak dan lempar dalam cabang atletik.
b.      Kekuatan kecepatan
Kekuatan kecepatan merupakan kemampuan otot untuk mengatasi beban atau tahanan dengan kecepatan kontraksi yang tinggi. Kemampuan tersebut merupakan kombinasi antara kekuatan dan kecepatan. Kebanyakan cabang olahraga membutuhakan kekuatan kecepatan atau power. Misalnya pada cabang olahraga yang menuntut ledakan seperti lompat dan smash pada permainan bola voli, tolak, lempar, dan lompat dalam cabgng atletik.


2.      Kecepatan (speed)
Kecepatan merupakan satu elemen kondisi fisik yang sangat penting. Secara fisiologis kecepatan diartikan sebagai kemampuan yang berdasarkan kelentukan (flexibility). Jonath dan Krempel (1981) mengatakan bahwa kecepatan adalah proses sistem persyaratan dan alat-alat otot untuk melakukan gerakan-gerakan dalam satu satuan waktu.
Kecepatan sangat tergantung dari kekuatan, karena tanpa kekuatan, kecepatan tidak dapat berkembang atau meningkat. Bila seorang atlet ingin mengembangkan atau meningkatkan kecepatannya maka dia harus mengembangkan kekuatan, karena kemampuan kecepatan yang di peroleh sangat tergantung dari impuls kekuatan dan merupakan produk dari masa tubuh dan kecepatan tubuh itu sendiri. Pada dasarnya kecepatan itu dapat di bedakan atas :
a.       Kecepatan reaksi
Kecepatan reaksi adalah kemampuan untuk menjawab rangsangannya akustik, optik, dan rangsangan taktik secara cepat (Jonath dan Krempel, 1981). Pada cabang-cabang olahraga permainan kecepatan reaksi, lebih banyak terjadinya disebabkan rangsangan secara penglihatan (mata). Sedangkan pada nomor-nomor lari dalam cabang atletik lebih dominan di butuhkan reaksi melalui rangsangan (akustik).
b.      Kecepatan aksi (gerakan)
Kecepatan aksi diartikan sebagai kemampuan, di mana dengan bantuan kebutuhan system syaraf pusat dan alat-alat otot dapat melakukan gerakan-gerakan dalam satuan waktu minimal (Letzeler, 1978).
3.      Daya tahan (endurance)
Secara definitive daya tahan merupakan kemampuan organisme tubuh untuk mengatasi kelelahan yang disebabkan oleh pembebanan dalam waktu yang relative lama. Daya tahan merupakan salah satu elemen kondisi fisik yang terpenting, oleh karena basis dari elemen-elemen kondisi fisik yang lain.Daya tahan terdiri atas beberapa bagian yaitu sebagai berikut:
a.       Daya tahan umum
Kemampuan organisme tubuh menghadapi atau mengatasi kelelahan akibat gerakan-gerakan yang lebih banyak melibatkan kelompok-kelompok otot besar seperti lari jarak jauh.
b.      Daya tahan lokal
Kemampuan sekelompok kecil otot dalam mengatasi kelelahan yang ditimbulkan akibat pembebanan yang relatif agak lama, seperti kerja otot tangan pada tinju.
c.       Daya tahan aerob umum dinamis
Kemampuan mengatasi kelelahan pada kerja dinamis yang melibatkan 1/6 sampai 1/7 dari keseluruhan otot kerangka dengan intensitas gerakan lebih dari 50% dan lama beban antara 3 sampai 5 menit.
d.      Daya tahan aerob umum statis
Kemampuan mengatasi kelelahan pada kerja statis dengan melibatkan suatu kelompok otot besar dan pembenaan di bawah 15% dari kekuatan maksimal serta dengan pembebanan yang relatif lama seperti menembak, panahan dan sejenisnya.
4.      Kelentukan (fleksibilitas)
Kelentukan merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan latihan-latihan dengan amplitude gerakan yang besar dan luas. Dengan kata lain kelentukan juga merupakan kemampuan persendian/pergelangan untuk dapat melakukan gerakan-gerakan ke semua arah secara optimal.
Kelentukan merupakan salah satu unsure kondisi fisik yang menentukan dalam; mempelajari keterampilan gerakan, mencegah cidera, mengembangkan kekuatan, kecepatan, daya tahan dan koordinasi.
5.      Koordinasi
Ada beberapa batasan tentang pengertian koordinasi yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain adalah sebagai berikut:
a.       Suharmo (1982) koordinasi adalah kemampuan seseorang untuk merangkai berbagai unsur  gerak menjadi suatu gerakan menjadi suatu gerakan yang selaras sesuai dengan tujuannya.
b.       Jonath dan Krempel dalam Syafruddin (1992: 84) koordinasi merupakan kerjasama sistem persyarafan pusat sebagai system yang telah diselarakan oleh proses rangsangan dan hambatan serta otot rangka pada waktu jalannya suatu gerakan secara terarah.
c.       Hirtz (1981) koordinasi adalah kemampuan yang ditentukan oleh proses pengendalian dan pengaturan gerakan.

Berdasarkan urain-urain seperti yang telah dikemukakan di atas tentang pengertian koordinasi, maka sulit bagi kita untuk merumuskan suatu definisi yang tepat tentang koordinasi tersebut. Sehingga Bompa (1983) mengatakan bahwa koordinasi merupakan suatu kemampuan yang sangat komplek, karena saling berhubungan dengan kecepatan, kelentukan, daya tahan, dan kelentukan. Kemudian para ahli membedakan koordinasi atas dua bagian, yaitu:
1.      Koordinasi otot inter
Merupakan koordinasi antara otot-otot yang bekerja sama dalam melakukan gerakan. Kerja sama yang dimaksud yaitu kerjasama otot antagonis dan agonis dalam suatu proses gerakan yang terarah.
2.      Koordinasi otot intra
Merupakan koordinasi yang terjadi dalam otot, ini berarti bahwa koordinasi otot intra tidak dapat diamati, karena prosesnya di dalam otot tubuh manusia. Bagaimana suatu rangsangan di koordinasika dalam tubuh yang dapat menimbulkan kontraksi otot.
  1. Unsur-unsur kesegaran jasmani
Unsur dasar dari kesegaran jasmani ( kondisi fisik ) adalah :
1.      Power ( Daya / tenaga ) Adalah kemampuan mengeluarkan kekuatan / tenaga maksimal dalam waktu yang tercepat. Seseorang yang mempunyai tenaga yang besar
-          Mempunyai kekuatan otot ( Muscular Strength ) yang besar.
-          Mempunyai kecakapan untuk memadukan kekuatan dan kecepatan.
-          Mempunyai kecepatan yang tinggi.
2.      Strength ( Kekuatan ) Adalah suatu kemampuan dalam menggunakan daya atau kekuatan yang eksplosifterhadap suatu obyek ( mendorong, menekan / mengangkat / menarik ).
3.      Speed ( Kecepatan ) Adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan yang sama dengan baik, dalam waktu yang tersingkat.
4.      Endurance ( Daya tahan ) Kemampuan alat tubuh dalam melakukan pekerjaan yang berat dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif lama.
5.      Balance ( Keseimbangan ) Kemampuan seseorang untuk mengontrol kerjanya alat tubuh yang bersifat neuromuscular ( meniti balok, dsb ).
6.      Agility ( Kelincahan ) Adalah kemampuan seseorang untuk merubah posisi dan arah gerakan tubuhnya.
7.      Coordination ( Koordinasi ) Adalah kemampuan seseorang untuk merangkaikan ( membulatkan ) bermacam-macam gerakan sedemikian rupa sehingga merupakan gerakan yang bertautan.
8.      Accuracy ( Ketelitian / Ketepatan ) Adalah kemampuan seseorang untuk menguasai gerakan yang terkontrol terhadap suatu sasaran ( menembak, menusuk ).
9.      Flekxibility ( Kelentukan ) Adalah kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas jasmaniah dengan gerakan sendi-sendi yang luas dan tidak kaku.


BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Setelah kami membuat makalah ini, kami dapat menyimpulkan bahwa dalam olahraga sangat dibutuhkan sekali kondisi fisik, teknik, taktik/strategi dan mental. Komponen dasar kondisi fisik meliputi : daya tahan (endurance), kekuatan (strength), daya ledak (power), kecepatan (speed), kelentukan (flexibility), kelincahan (agility), keseimbangan (balance), dan koordinasi (coordination).
Dari komponen-komponen dasar kondisi fisik fisik tersebut, perlu mendapat latihan yang sesuai dengan porsinya, karena komponen tersebut mempunyai perbedaan dalam sistem energy, bentuk gerakan, metode latihan, beban latihan dan lain sebagainya yang digunakan pada berbagai kegiatan olahraga.
Tujuan pembinaan kondisi fisik antara lain adalah untuk meningkatkan perkembangan fisik secara umumnya, bagian fisik yang khas, menyempurnakan teknik dari olahraga yang dipilih atau dibina. Untuk meningkatkan dan menyempurnakan taktik dan strategi serta cara belajar teknik yang baik. Persiapan fisik berarti mempersiapkan fisik pada umumnya, persiapan fisik khusus dan penyempurnaan kemampuan biomotor khusus.

  1. Saran
          Dalam makalah ini penulis berkeinginan memberikan saran kepada pembaca dalam pembuatan makalah atau karya tulis ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan baik dalam segi bentuk atau dalam segi isinya.
  

DAFTAR PUSTAKA
Arsil. (1999). Pembinaan Kondisi Fisik. Padang: FIK UNP
Erianti. 2004. Bola Voli. (Bahan Ajar). Padang. FIK UNP
Syafruddin. (1999). Dasar-dasar Kepelatihan Olahraga. Padang: DIP Proyek UNP
https://orangsehat.wordpress.com/peningkatan-kondisi-fisik/



No comments:

Post a Comment